Minggu, 22 Mei 2011

Sidang perkara korupsi pungutan liar

Sidang perkara korupsi pungutan liar di Pasar Pa’baeng-baeng dilanjutkan besok. Jaksa penuntut umum (JPU) akan menghadirkan 13 saksi kunci guna menjerat terdakwa, Djamaluddin Yunus, yang juga Direktur PD Pasar Raya Makassar.

JPU Fadil Jauhari mengungkapkan, 13 saksi yang akan dihadirkan, diharapkan mampu meyakinkan majelis hakim yang dipimpin Andi Makkasau tentang keterlibatan Djamaluddin Yunus dalam korupsi Rp 860 juta tersebut. Pasalnya, saksi yang akan dihadirkan termasuk saksi kunci yang mengetahui seluk beluk pungutan liar itu.

“Kami masih akan menghadirkan 13 saksi, ada pedagang Pasar Pa’baeng-baeng,ada juga yang bukan. Kami optimistis mampu membuktikan terdakwa terlibat pungli,” ungkap JPU Fadil Jauhari,kemarin. Saksi kunci tersebut tidak hanya membuktikan keterlibatan Direktur Perusda Pasar Raya Makassar, tetapi juga menguak bahwa terdakwa otak dibalik pungutan yang dikenakan kepada pedagang di Pasar Pa’baeng-baeng.

Menurutnya, jaksa memiliki sudut pandang yang berbeda dalam memandang kasus ini.“Okelah, persidangan mengatakan itu, tapi kami punya versi yang berbeda dalam memandang kasus ini,” paparnya. Dalam beberapa persidangan sebelumnya terungkap bahwa terdakwa tidak memegang uang pungutan yang diduga pungli itu.

Bahkan, pungutan yang dilakukan staf Perusda Pasar memiliki landasan surat keputusan yang ditandatangani Direktur Perusda Pasar Raya Makassar.Hasil uang pungutan itu pun digunakan membayar gaji pegawai PD Pasar dan sisanya Rp 350 juta disita Kejati Sulselbar. Djamaluddin Yunus menyatakan, dia hanya korban dalam kasus ini.

Dia mengaku tidak mengetahui pungutan dan aliran dana Rp 860 juta itu. Dia malah heran dijadikan sebagai terdakwa dalam perkara yang tidak diketahuinya. “Itu tanggung jawab Kepala Pasar Pa’- baeng-baeng. Saya tidak tahumenahu kasus ini,”ucapnya. Namun, dia mengaku akan fokus pada kasus yang menjeratnya. Dia optimistis terbebas dari jeratan hukum setelah melihat fakta persiangan. Demikian catatan online Jalan Cemara 3 yang berjudul Sidang perkara korupsi pungutan liar.

Rabu, 05 Januari 2011

Dua maskapai

IDwebhost.com Trend Hosting Indonesia -> Dua maskapai akan membuka rute penerbangan baru di Bandara A Yani Semarang yakni maskapai Batavia Air rute Semarang-Surabaya dan Lion Air.

Dari dua maskapai itu, baru Batavia Air yang sudah siap beroperasi mulai 6 Januari mendatang. “Batavia Air yang berencana membuka rute Semarang-Surabaya pada 6 Januari nanti.Kemudian, Lion Air yang masih dalam tahap pengajuan,”kata Ardi Surya B, salah seoarang petugas posko Natal dan Tahun Baru di Bandara AhmadYani Semarang,kemarin. Meski demikian,lanjut dia,ada beberapa maskapai penerbangan yang melayani rute Semarang- Pangkalan Bun memutuskan untuk menghentikan rute tersebut.“ Untuk yang ke Pangkalan Bun sekarang tinggal Trigana saja,” katanya.

Menurutnya, Kal Star dan Indonesia Air Transport (IAT) yang sebelumnya melayani rute tersebut kini sudah tidak terbang lagi, termasuk pesawat carter, Kurakura Aviation yakni pesawat sewaan ke Karimunjawa. Andi menjelaskan, selama libur Natal dan Tahu Baru, rata-rata jumlah penumpang di bandara itu mencapai 3.400 orang per hari. Kini, volume penumpang sudah berangsur normal hanya berkisar antara 2.500- 3.000 orang per hari. Ardi mengemukakan, puncak arus penumpang terjadi pada 2 Januari 2011 baik dari volume penerbangan maupun penumpang yang datang dan berangkat. “Pada saat itu, jumlah pesawat berangkat dan datang sebanyak 26 kali di mana normalnya hanya sekitar 21 hingga 22 kali penerbangan.

Sedangkan untuk lonjakan penumpang yang berangkat pada 2 Januari mencapai 3.310 orang dan untuk penumpang yang datang justru lonjakannya terjadi sebelum Natal atau pada 24 Desember 2010 yakni sebanyak 3.475 orang,”ungkapnya. Dikatakan, meski sempat terjadi lonjakan volume penerbangan dan penumpang pada 2 Januari 2011, namun tidak terdapat extra flight (penambahan jam penerbangan). “Saat itu, sama sekali tidak terjadi penambahan pesawat karena semua penumpang dapat terangkut semuanya,”jelasnya. Terkait kondisi cuaca buruk beberapa hari terakhir ini,menurutnya, hingga kini jam penerbangan tetap sesuai jadwal (on schedule). Faktor cuaca,lanjutnya,selama ini belum berpengaruh banyak atas kondisi penerbangan dan bandara.

“Sampai sekarang, cuaca buruk tidak mengganggu jadwal yang sudah ada sehingga semuanya on schedule,”tegasnya. Manager Operasional Bandara Ahmad Yani Semarang Edi Hartono mengaku belum bisa memastikan maskapai apa saja yang akan membuka penerbangan baru di Bandara Ahmad Yani Semarang. Dia hanya mengemukakan bahwa selama libur Natal dan Tahun Baru terjadi lonjakan penumpang. Dan kini trafik penumpang di Bandara Ahmad Yani Semarang sudah normal kembali.