Rabu, 13 November 2013

Gunung Marapi Di Sumatera Barat Meletus Lagi

Gunung Marapi yang berada di antara Kabupaten Tanahdatar dan Kabupaten Agam, Sumatera Barat, meletus lagi pada Rabu pagi.

Menurut petugas Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVBMG), asap kelabu tebal setinggi 350 meter yang mengarah ke timur terlihat di puncak gunung yang selalu ramai pendaki pada pergantian tahun itu.

"Letusan terjadi sekitar pukul 09.01 WIB," kata Petugas PVMBG Kota Bukittinggi, Warseno.

Saat ini status Gunung Marapi masih waspada level-II. Masyarakat di sekitar gunung serta para pendaki diminta tidak mendaki pada radius tiga kilometer dari pusat letusan atau kawah gunung.

Pada 3 Agustus 2011, gunung berapi itu mengeluarkan abu vulkanik berbau belerang dengan ketinggian mencapai 1.000 meter yang mempengaruhi sejumlah daerah seperti Agam, Tanah Datar, Padangpariaman, dan Padang Panjang.

Dalam kondisi aktif normal, gunung yang berdampingan dengan Gunung Singgalang dan Tandikek itu menjadi salah satu tujuan pendaki gunung dari dalam maupun dari luar Sumatera Barat.

Rabu, 02 Oktober 2013

Tim Ilmuwan Internasional Di China

Tim ilmuwan internasional di China menemukan sesuatu, yang mungkin merupakan mahluk pertama dengan bentuk wajah jelas, yaitu fosil ikan berumur 419 juta tahun.

Temuan itu mungkin bisa mengarahkan pada mata-rantai hilang dalam perkembangan mahluk bertulang belakang.

Fosil tersebut ditemukan di daerah waduk Xiaoxiang, China, dilaporkan oleh jurnal "Nature" edisi Kamis, sebagai mahluk awal yang bertulang punggung.

Mahluk itu memiliki rahang modern termasuk tulang gigi yang ditemukan pada manusia.

"Akhirnya dapat memecahkan masalah lama mengenai asal muasal ikan modern," kata John Long, seorang profesor ahli paleontologi dari universitas Flinders di Adelaide, Australia, sebagaimana dilansir Reuters.

Para ilmuwan dikejutkan dengan temuan ikan yang tubuhnya berlapis dari jenis Entelognathus promordialis, sebelumnya tidak dikenal dari jenis apa, namun kini diketahui termasuk dalam keluarga "placoderm", yang memiliki tengkorak kecil yang rumit serta tulang rahang.

Ini memunculkan teori yang belum disetujui bahwa mahluk bertulang belakang modern dengan kerangka bertulang yang disebut osteichthyes, berevolusi dari sejenih hiu dengan kerangka tulang rawan.

Temuan baru yang diduga menyediakan cabang dari mata rantai yang hilang dari pohon evolusi, mahluk predator mirip hiu ini menunjukkan tulang kerangka menyerupai satwa-satwa bertulang belakang bentuk tulang rawan.

"Kini kami mengetahui bahwa mahluk kuno berselubung itu telah meningkat menjadi jenis ikan moderen yang kita kenal sekarang," kata Long yang tidak termasuk dalam tim di China.

Long menggambarkan temuan itu sebagai "Berita terpenting dalam ilmu paleontologi sejak Arkeopteriks atau Lucy," dengan merujuk pada dua fosil yang ditemukan sebelumnya yang sangat penting untuk pemahaman evelusi unggas dan manusia. "Nature" tidak menyebutkan kapan fosil tersebut ditemukan.